Uang Palsu Tidak Laku

HATI2 MEMASUKI MUSIM KAMPANYE

Pelajaran dari tahun2 sebelumnya akan meningkatnya Uang Palsu, ingat 3D
Dilihat, Diraba, Diterawang.

Begitupun dengan Ibadah dan amalan lainnya, Sekiranya metode 3D adalah cara yg paling mudah untuk membedakan mana Ibadah yg Asli dan Bernilai. Cobalah..,

1. DILIHAT
Adakah terlihat dengan jelas kesahih-an nya akan dalil perintah yg mensyariatkan dalam melakukan ibadah tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya :
“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…” [al-Hasyr/59:7]

2. DIRABA
Adakah konsep dari bentuk, tatacara, waktu dan lainnya sama dengan contoh (baik lisan, perbuatan dan ketetapan) yang Rasulullah dan Para Sahabat ajarkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yg artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah Azza wa Jalla.” [al-Ahzâb/33: 21]

3. DITERAWANG
Adakah Garis emas nya dan akan terlihat jelas bagian hologram dari keaslian amalan/ibadah tersebut adalah benar2 syariat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dibuat-buat / dikarang-karang, karena ;

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengadakan suatu yang baru yang tidak ada dalam urusan agama kami, maka amalan itu tertolak”.

Dalam riwayat Imam Muslim, “Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas dasar urusan kami, amalan tersebut tertolak”.

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”…Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafâ-ur Râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah adalah kesesatan.”

Iklan

KENAL RIBA KARENA MENYAKSIKAN AZAB KUBUR

:: KENAL RIBA KARENA MENYAKSIKAN AZAB KUBUR ::

(Sebuah Kisah Pengingat buat Bankir dan yang masih bergelut dengan riba)

Nama saya Indra Firmansyah, mulai merasa penuh keresahan dalam hidup sejak tahun 2015. Saya menghubungi ustadz Abu Fida (sesama orang tua wali murid di TK Sunda Kelapa) melalui sambungan telephon untuk menyatakan pertobatan dan berazzam untuk memperbaiki ibadah yang selama ini dilaksanakan alakadarnya saja.

2015 s.d. Juli 2017 saya menjalankan ibadah dengan baik tetapi kenapa hati ini masih galau. Bingung dan resah makin melanda. Dan datanglah berita duka cita itu, bulan juni atau juli 2017, salah satu sahabat baik saya meninggal dunia.

Seorang Kacab sebuah Bank plat merah dengan logo pita berlatar belakang warna biru itu meninggalkan saya dan kami semua. Sahabat yang baik, yang rajin sholat, selalu tahajjud (pada waktu jalan2 ke pulau disaat yg lain sibuk karaoke, main musik, main kartu, minum bir, beliau bertahan di kamar dan tahajud), bos yang baik, royal dalam berbagi, meninggal dunia di umur 43 tahun.

Saya dan beberapa teman dari kantornya ikut mengantar sampai ke pemakaman di Karet Tengsin depan Citywalk Sudirman. Alhamdulillah, pemakaman berjalan lancar, lau doa penutup pun dilantunkan ustadz.

Selesai berdoa kami semua siap2 beranjak pulang, lalu…. masalah dimulai. Datanglah rombongan jenazah lain menuju lokasi kuburan sahabat kami, lalu serta merta seorang ibu menghampiri dan bertanya, “Kenapa lubang kuburan anak saya dipakai ?”.

Subhanallah, ternyata hari itu ada 2 jenazah yang akan dimakamkan, dan jenazah kawan saya telah salah dimakamkan di liang lahat orang lain. Keluarga sahabat saya berusaha bernegosiasi agar jenazah kedua bersedia dimakamkan di liang lahat yang seharusnya milik teman saya. Tetapi keluarga jenazah kedua bersikukuh ingin agar jenazah teman saya digali lagi dan dipindahkan.

Segala upaya dilakukan tetapi pada akhirnya, makam sahabat saya di gali lagi. Saya dan teman2 saya yg lain membatalkan diri untuk pulang dan memilih bertahan untuk ikut membantu proses penggalian ulang dan pemindahan jenazah sahabat saya.

Proses penggalian pun dimulai, dan subhanallah, saat liat lahat baru berhasil digali setengahnya, ujung2 papan baru terlihat sedikit, kami semua saling pandang satu sama lain dan merasakan jantung berdegup kencang, karena kami semua mencium bau khas seperti rambut terbakar, bau sangit seperti ada yang terbakar. Ibu sahabat saya sontak pingsan saat itu juga dan menimbulkan kekacauan dan teriakan dari ibu2 lain.

Penggalian di lanjutkan dan…. Subhanallah… kami semua melihat papan liat lahat yang sudah menghitam, serta jenazah yang sudah berasap dengan kain kafan yang hangus, dan bau daging terbakar tercium sangat kencang sekali…. kami semua berteriak subhanallah, astaghfirullah, semua lafadz yang kami ingat kami bacakan. Para penggali makam loncat keluar dari liang lahat lalu berlari menjauh.

Ya Allah…
Sahabat kami yang rajin sholat dan royal dalam berbagi, baik hati dan disenangi bawahan, Engkau buka aibnya kepada kami, dosa apa yang ia pikul sampai ia merasakan dibakar di alam kubur padahal belum 1 jam makamnya ditutup.

Keluarga jenazah kedua pun merasa bersalah dan mengikhlaskan sahabat saya tetap dikubur di liang lahat itu, lalu, subhanallah…. para penggali kubur cepat2 menurunkan tanah tanpa menyusun lagi papan2 yang sudah menghitam dan sebagian sudah patah2 serta rapuh.

Ya Allah….
Engkau azab sahabatku, engkau buka aibnya, dan engkau buat ia dikubur langsung dengan tanah….
Ya Allah dosa apakah ini…..
Allah Maha Pengasih dan Penyayang, ibu sahabat saya dilindungi dari melihat kondisi anaknya dengan cara dipingsankan sebelum penggalian selesai.

Selesai acara penguburan lalu saya dan teman2 bersepakat untuk belajar mengaji dan mencari tahu dosa apa sampe azabnya seperti itu. Satu bulan kami keliling2 mendatangi pengajian, lalu kami semua sepakat berhenti dari profesi kami sebagai karyawan bidang keuangan.

Satu teman saya sekarang menduda karena istrinya menolak dia mengundurkan diri dari pekerjaannya….. tapi Allah buktikan janjinya, setelah berhenti kerja, dia skrg berjualan susu kefir dengan omzet sama seperti gajinya saat dia bekerja sebagai karyawan di lembaga keuangan.

Itulah awal mula saya mengenal riba dan akhirnya di referensikan oleh ustadz abi fida untuk masuk ke grup KTR Jabodetabek di bulan Agustus 2017. Semoga bermanfaat.

Sumber : WAG XBANK

_____

Semoga Allah mengampuni dosa kita dan diberikan taufiq, hidayah untuk terus istiqomah di jalan hijrah…
.
____
.
Adzab Allah itu nyata..
.
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُوٌ رَّحِيمٌ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Maaidah (5): 98)
.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
.
“Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Maaidah (5): 40)
.
Dengan tetap menjadi Pelaku RIBA, itu artinya, kita memusuhi Allah, dan menyakitiNya, karena Allah jelas-jelas mengumumkan perang melawan pelaku RIBA.
.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا
.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Al-Ahzaab (33): 57)
.

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
.
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (Al-Maaidah (5): 33)

BEDAKAN MANA ORANG MENCARI KEBENARAN DAN MANA YANG MENCARI PEMBENARAN 

BEDAKAN MANA ORANG MENCARI KEBENARAN DAN MANA YANG MENCARI PEMBENARAN

Oleh Siswo Kusyudhanto

Dalam sebuah kajian seorang jamaah bertanya kepada Ustadz Maududi Abdullah, “ustadz kadang kita bertemu dengan seseorang yang masih suka berbuat bid’ah, kemudian dia mendebat apa yang kita sampaikan, apakah perlu kita layani berdebat dengan dia?, atau ditinggalkan saja?, namun kalau dia kita tinggalkan apakah itu sama saja membiarkan dia berbuat kesalahan?, bagaimana ustadz baiknya? “.

Beliau menjawab,” dalam agama kita terlarang berdebat, jika kita menemui seseorang demikian maka lihat, apakah orang ini mencari kebenaran atau berdebat hanya untuk mencari menang?, jika dia mencari kebenaran, dia bertanya apa yang kita ketahui, maka lanjutkan untuk berdiskusi, namun jika hanya berdebat hanya untuk bersikeras mempertahankan pendapatnya yang salah maka segera kita tinggalkan. Dan doakan saja dia agar mendapat hidayah dari Allah, sehingga dia meninggalkan perbuatan-perbuatan yang menyelisihi Sunnahnya tersebut. Allahu a’lam. “

Berikut kata-kata emas dari Imam Syafi’i soal debat :

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”

Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Referensi mutiarazuhud.co

SAYA INGIN JADI ORANG BAIK 

SAYA INGIN JADI ORANG BAIK

Oleh Siswo Khusyudhanto

Banyak orang mengira bahwa saya yang sering memposting nasehat soal agama, baik dari buah pemikiran saya sendiri ataupun juga banyak merujuk kepada materi para ustadz kajian Sunnah, dianggap orang yang lebih baik dalam agama dari si pembaca, sama sekali enggak yaa. Saya juga banyak melakukan banyak dosa, terutama dimasa lalu, misal saja saya pernah bekerja di sebuah bank dimana saya banyak menjerumuskan orang kedalam perbuatan riba, saya juga pernah ditangkap polisi dan diinterogasi karena melawan pemerintah dan seterusnya. Kalau saja dosa yang saya ketahui itu kemudian ditulis dihalaman sosial media ini, pasti tidak akan muat, maklum saking banyaknya, itu belum termasuk perbuatan dosa yang tidak saya ketahui yang jauh lebih banyak lagi, lebih tidak muat lagi jika dicatat.

Maaf sejatinya saya bukan orang yang baik, tapi saya ingin jadi orang baik, oleh karenanya sebagai wujud taubat saya ingin mengajak banyak orang untuk berbuat baik, tentu baik menurut syariat Allah dan RasulNya.
Maka menjadi kegembiraan ketika berhasil mengajak orang menjauhi riba, menjauhi maksiat, menjauhi perbuatan Bid’ah dan syirik. Itu artinya saya punya teman dalam kebaikan, dan hanya dengan bersama banyak orang menegakkan kebaikan, jalan menuju Istiqomah dan amal ibadah jauh lebih mudah daripada ketika sendirian ingin baik.

Seperti dinasehatkan Ustadz Maududi Abdullah, selama hidup manusia biasa seperti kita adalah jatuh, berusaha bangun lagi, jatuh lagi dan berusaha bangun lagi untuk memperbaiki diri. Hanya Nabi dan Rasul saja yang ma’shum, terjaga lisan dan perbuatannya, karena segala tindakan mereka dibimbing langsung oleh Allah Ta’ala, sementara manusia sering berbuat kesalahan dan dosa, dan hanya sedikit perbuatan dosa yang manusia ketahui, sementara dosa yang tidak diketahui yang diperbuat manusia jauh lebih banyak, oleh karena itu kenapa kita disyariatkan untuk sering bertaubat.
Waalahua’lam.

Dalam sebuah hadits dari Abu Musa ‘Abdullah bin Qais Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيئُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيئُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membuka tanganNya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan Allah membuka tanganNya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di malam hari. Begitulah, hingga matahari terbit dari barat”.(Sunan Ibnu Majah).

Sumber Referensi,”Segeralah bertaubat”, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di web almanhaj.or.id

Kita Tahu, Tapi Sayang …

Kita Tahu, Tapi Sayang …

Disampaikan Oleh : Ustadz Zainal Abidin, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Kita mengetahui, bahwa pahala dua raka’at Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun janda dan anak yatim.

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur’an dalam jadwal harian kita.

Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.

Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita. tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan
hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.

Wahai Saudaraku yang di Rahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..
Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan
tangan kita yang menjadi saksi..
Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing2.

Saya telah mengirimkan Nasehat ini kepada orang yang saya cintai karena Allah, maka kirimkanlah nasehat ini kepada orang yang Anda cintai.

Agama itu Nasihat…

  • Artikel ini diposting oleh Website Seindah Sunnah